Mengenal Perintah Dasar SQL

SQL (Structured Query Language) adalah bahasa yang di gunakan dalam pemrograman dan di rancang untuk mengelola data yang tersimpan dalam Sistem Manajemen Database Relasional (Relational Database Management System, RDBMS), atau untuk stream processing dalam Relational Data Stream Management System (RDSMS).

Salah satu dari fungsi database adalah menyimpan dan memelihara serta mengelola data, oleh karena itu penting bagi kita untuk mengetahui perintah dasar SQL yang dapat di gunakan untuk menyimpan dan memelihara serta mengelola data dalam database tersebut baik secara langsung maupun menggunakan macam-macam bahasa pemrograman.

1. Perintah SELECT

Perintah SELECT merupakan perintah dasar SQL yang di gunakan untuk memilih data dari database. Data yang di kembalikan di simpan dalam tabel yang di sebut result-set.

SELECT kolom1, kolom2, ... FROM nama_tabel;

atau

SELECT * FROM nama_tabel;

Perintah pertama di atas di gunakan untuk menyeleksi kolom NIS, NAMA, dan ALAMAT dari tabel SISWA. sedangkan perintah kedua di gunakan untuk menyeleksi semua kolim dari tabel SISWA.

2. Perintah SELECT DISTINCT

Perintah SELECT DISTINCT merupakan perintah dasar SQL yang di gunakan untuk mengembalikan hanya nilai yang berbeda dari dalam sebuah tabel, dengan kata lain semua record duplikat (record dengan nilai yang sama) yang terdapat pada tabel akan di anggap sebagai satu record/nilai.

SELECT DISTINCT kolom1, kolom2, ... FROM nama_tabel;

Perintah di atas di gunakan untuk menampilkan kolom ALAMAT dari tabel SISWA dengan mengabaikan nilai yang duplikat, misalnya terdapat 10 siswa dengan alamat ‘Jakarta’, 15 siswa dengan alamat ‘Bandung’, 20 siswa dengan alamat ‘Depok’, dan seterusnya, result-set hanya menampilkan daftar alamat di antaranya ‘Jakarta’, ‘Bandung’, dan ‘Depok’ masing-masing 1 record.

3. Perintah WHERE

Perintah WHERE merupakan perintah dasar SQL yang di gunakan untuk mem-filter hasil SELECT dengan mengekstrak record yang memenuhi persyaratan tertentu.

SELECT kolom1, kolom2, ... FROM nama_tabel WHERE kondisi;

Perintah di atas di gunakan untuk mengekstraksi data (NIS dan NAMA) dari tabel SISWA dengan kondisi “field ALAMAT berisi nilai JAKARTA”. Perintah di atas menggunakan operator sama dengan (‘=’), untuk operator lain yang di dukung perintah WHERE, lihat tabel di bawah ini.

Operator Deskripsi
= Sama dengan
<> Tidak sama dengan, pada beberapa versi SQL, operator yang di gunakan adalah !=
> Lebih besar dari
< Lebih kecil dari
>= Lebih besar sama dengan
<= Lebih kecil sama dengan
BETWEEN Antara rentang inklusif
LIKE Cari pola yang ‘seperti’ parameter
IN Menentukan kemungkinan nilai dari beberapa kolom

4. Perintah (operator) AND, OR dan NOT

Operator AND, OR dan NOT merupakan perintah dasar SQL yang biasanya di kombinasikan dengan perintah WHERE. Ketiganya di gunakan untuk mem-filter record berdasarkan suatu kondisi, operator AND akan menampilkan record apabila semua kondisi bernilai TRUE, operator OR akan menampilkan record apabila salah satu kondisi bernilai TRUE, sedangkan operator NOT akan menampilkan record apabila semua kondisi bernilai FALSE.

SELECT kolom1, kolom2, ... FROM nama_tabel WHERE kondisi1 AND kondisi2 AND kondisi3 ...;

Perintah di atas akan menampilkan record NIS dan NAMA dari tabel SISWA dengan ALAMAT di JAKARTA dan TAHUN_LAHIR “2000”, artinya record siswa yang lahir di tahun “2000” namun tidak beralamat di “Jakarta: atau siswa yang beralamat di “Jakarta” namaun lahir bukan pada tahun “2000” tidak akan di tampilkan.

SELECT kolom1, kolom2, ... FROM nama_tabel WHERE kondisi1 OR kondisi2 OR kondisi3 ...;

Perintah di atas akan menampilkan record NIS dan NAMA dari tabel SISWA dengan ALAMAT di “JAKARTA” atau di “Bandung”, artinya record siswa yang beralamat di “Jakarta” dan di “Bandung” saja yang akan di tampilkan.

SELECT kolom1, kolom2, ... FROM nama_tabel WHERE NOT kondisi;

Perintah di atas akan menampilkan semua record NIS dan NAMA dari tabel SISWA kecuali record siswa yang beralamat di ‘Jakarta’.

5. Perintah ORDER BY

Perintah ORDER BY merupakan perintah dasar SQL yang di gunakan untuk mengurutkan result-set dalam pengurutan ‘ascending’ atau ‘descending’. Secara default perintah ORDER BY menampilkan record dalam pengurutan ‘ascending’ (‘ASC’). Untuk mengurutkan ‘descending’, gunakan kata kunci ‘DESC’.

SELECT kolom1, kolom2, ... FROM nama_tabel ORDER BY column DESC;

Perintah di atas akan menampilkan result-set berupa field NIS dan NAMA dari tabel SISWA dengan di urutkan berdasarkan TAHUN_LAHIR secara descending, artinya tahun lahir akan di tampilkan mulai dari yang terbesar (siswa termuda) hingga terkecil (siswa termuda).

6. Perintah INSERT INTO

Dalam SQL, perintah INSERT INTO merupakan perintah dasar SQL bagian dari perintah untuk DML (Data Manipulation Language) Saya asumsikan Anda telah faham perbedaan DDL, DCL, dan DML. Perintah INSERT INTO dapat di gunakan untuk menambahkan record baru ke dalam tabel.

INSERT INTO nama_tabel VALUES (nilai1, nilai2, nilai3, ...);

Perintah di atas di gunakan untuk menambahkan nilai ‘12345’, ‘Abdul’ dan ‘Jakarta’ pada tabel SISWA, pastikan urutan nilai (‘values’) dalam urutan yang sama seperti kolom dalam tabel. Jika urutan nilai tidak sama dengan urutan kolom pada tabel, maka sintaks INSERT INTO yang di gunakan adalah sebagai berikut:

INSERT INTO nama_tabel (kolom1, kolom2) VALUES (nilai1, nilai2);

Perintah di atas di gunakan untuk menambahkan nilai ‘12345’ pada kolom NIM, dan nilai ‘Abdul’ pada kolom NAMA dengan mengabaikan kolom lain yang tidak di isi, misalnya kolom ALAMAT.

7. Perintah UPDATE

Perintah UPDATE merupakan perintah dasar SQL yang di gunakan untuk memperbarui atau mengubah nilai suatu record berdasarkan kriteria tertentu.

UPDATE nama_tabel SET kolom1 = nilai1, kolom2 = nilai2, ... WHERE kondisi;

Perintah di atas di gunakan untuk memperbarui kolom NAMA menjadi ‘Ahmad’ dan kolom ALAMAT menjadi ‘Jakarta’ pada record dengan NIM ‘12345’ (ingat sebelumnya NIM ‘12345’ di gunakan oleh siswa bernama ‘Abdul’ yang beralamat di ‘Jakarta’, sebut saja data tersebut keliru dan harus di perbarui).

8. Perintah DELETE

Hampir sama dengan perintah UPDATE, perintah DELETE juga merupakan perintah dasar SQL yang di gunakan untuk menghapus nilai suatu record berdasarkan kriteria tertentu.

DELETE FROM table_name WHERE condition;

Perintah di atas di gunakan untuk menghapus record dengan NIM ‘12345’, ingat bahwa NIM tersebut di gunakan oleh siswa bernama ‘Ahmad’ (sebelumnya bernama ‘Abdul’) dan dengan di eksekusinya perintah DELETE ini maka record tersebut akan terhapus.

9. Perintah (fungsi) MIN()

Fungsi MIN() merupakan perintah dasar SQL yang di gunakan untuk mendapatkan nilai terkecil dari suatu kolom, Anda dapat menerapkannya pada kolom ‘harga’, ‘nilai’, ‘qty’ atau kolom yang semisal dengan itu, berbeda dengan perintah ORDEY BY, fungsi MIN() hanya menampilkan satu record saja yang memenuhi kriteria yang Anda tentukan.

SELECT MIN(nama_kolom) FROM nama_tabel WHERE kondisi;

Perintah di atas di gunakan untuk mencari nilai terendah dari kolom ‘harga’ di tabel BARANG dengan KATEGORI ‘atk’ (Alat Tulis dan Kertas).

10. Perintah (fungsi) MAX()

Fungsi MAX() merupakan perintah dasar SQL yang di gunakan untuk mendapatkan nilai terbesar dari suatu kolom, seperti halnya fungsi MIN() Anda dapat menerapkannya pada kolom ‘harga’, ‘nilai’, ‘qty’ atau kolom yang semisal dengan itu.

SELECT MAX(nama_kolom) FROM nama_tabel WHERE kondisi;

Perintah di atas di gunakan untuk mencari nilai tertinggi dari kolom ‘harga’ di tabel BARANG dengan KATEGORI ‘atk’ (Alat Tulis dan Kertas).

11. Perintah (fungsi) COUNT()

Fungsi COUNT() merupakan perintah dasar SQL yang di gunakan untuk mendapatkan jumlah hitungan record yang memenuhi suatu kriteria.

SELECT COUNT(nama_kolom) FROM nama_tabel WHERE kondisi;

Perintah di atas di gunakan untuk mencari tahu jumlah hitungan record pada tabel BARANG yang memenuhi kriteria/kondisi yaitu record dengan KATEGORI ‘atk’ (Alat Tulis dan Kertas).

12. Perintah (fungsi) AVG()

Fungsi AVG() merupakan perintah dasar SQL yang di gunakan untuk mendapatkan rata-rata record yang memenuhi suatu kriteria, tentunya nilai pada kolom harus numerik.

SELECT AVG(nama_kolom) FROM nama_tabel WHERE kondisi;

Perintah di atas di gunakan untuk mencari tahu HARGA rata-rata pada tabel BARANG yang memenuhi kriteria/kondisi yaitu record dengan KATEGORI ‘atk’ (Alat Tulis dan Kertas).

13. Perintah (fungsi) SUM()

Fungsi SUM() merupakan perintah dasar SQL yang di gunakan untuk mendapatkan jumlah record yang memenuhi suatu kriteria, tentunya nilai pada kolom harus numerik.

SELECT SUM(nama_kolom) FROM nama_tabel WHERE kondisi;

Perintah di atas di gunakan untuk mencari tahu jumlah kuantitas (‘qty’) pada tabel BARANG yang memenuhi kriteria/kondisi yaitu record dengan KATEGORI ‘atk’ (Alat Tulis dan Kertas).

14. Perintah INNER JOIN

INNER JOIN merupakan perintah dasar SQL yang di gunakan untuk menggabungkan beberapa tabel dan mengambil nilai yang cocok (identik) di antara kedua tabel tersebut.

Perintah di atas akan menampilkan kolom ID_PESANAN dari tabel PESANAN dan kolom NAMA dari tabel PELANGGAN yang memenuhi kriteria yaitu ID_PELANGGAN pada tabel PESANAN yang sama dengan ID_PELANGGAN pada tabel PELANGGAN.

15. Perintah LEFT JOIN

LEFT JOIN merupakan perintah dasar SQL yang di gunakan untuk menggabungkan beberapa tabel dan mengambil nilai yang cocok (identik) di antara kedua tabel tersebut dan nilai lain dari tabel pada ruas kiri meskipun tak ada nilai yang cocok dengan tabel pada ruas kanan.

Perintah di atas akan menampilkan semua nilai kolom NAMA dari tabel PELANGGAN,  yang memenuhi kriteria yaitu ID_PELANGGAN pada tabel PESANAN yang sama dengan ID_PELANGGAN pada tabel PELANGGAN.


1)      Fungsi Agregaris/Agregates

  • AVG

ü  Menghitung rata-rata dari suatu kolom tertentu yang telah didefinisikan dalam perintah select.

Sintak :

SELECT AVG nama_kolom FROM nama_tabel

[WHERE]

Contohnya:

SELECT AVG (SKS) FROM Mata_kuliah

  • COUNT

ü  Untuk menghitung jumlah baris dalam tabel

Sintak :

SELECT COUNT nama_kolom FROM nama_tabel

[WHERE]

Contoh :

SELECT COUNT (*) FROM mahasiswa

SELECT COUNT (SKS) FROM Mata_kuliah

  • MAX

ü  Untuk mengetahui nilai terbesar dari sebuah kolom tertentu dalam perintah select

Sintak :

SELECT MAX (SKS) FROM Mata_kuliah

  • MIN

ü  Untuk mengetahui nilai terkecil dari sebuah kolom tertentu dalam perintah select

Sintak :

SELECT MIN nama_kolom FROM nama_tabel

[WHERE]

Contoh :

SELECT MIN (SKS) FROM Mata_kuliah

  • SUM

ü  Untuk menjumlah suatu kolom tertentu yang telah didefinisikan dalam perintah select.

Sintak :

SELECT SUM (nama_kolom)FROM nama_tabel

[WHERE = KONDISI]

Contoh :

SELECT SUM (SKS) From Mata_kuliah

2)      Fungsi Waktu

  • GETDATE

ü  Untuk menampilkan tanggal sekarang

Contoh :

SELECT GATEDATE()

  • DATEADD

ü  Untuk menambah jumlah hari ,tanggal atau tahun yang ditentukan

Sintak :

DATEADD(datepart,jumlah,tanggal)

Contoh :

SELECT DATEADD(day,10,getdate())

SELECT DATEADD(Month,10,getdate())

SELECT DATEADD(year,10,getdate())

  • DATEDIFF

ü  Untuk mengetahui rentan waktu (bias hari,bulan,tahun)

Sintak :

DATEDIFF (datepart,tanggal_awal,tanggal_akhir)

Contoh :

SELECT DATEDIFF(month,’01/01/2007’,’01/01/2008)

  • DATENAME

ü  Untuk menampilkan nama hari,bulan atau tahun

Sintak :

DATENAME(detepart,tanggal)

Contoh :

SELECT DATENAME(month.getdate()) AS’Bulan sekarang’

3)      Fungsi Aritmatika

  • SQRT

ü  Untuk mencari akar dari nilai tertentu.

Contoh :

SELECT SQRT (100)

  • CEILING

ü  Untuk pembulatan ke atas dari angka decimal

Contoh :

SELECT CEILING(25.25)

Keterangan : Akan menghasilkan nilai 26

  • FLOOR

ü  Untuk pembulatan ke bawah dari angka decimal

Contoh :

SELECT FLOOR (25.25)

Keterangan :  Akan menghasilkan nilai 25

4)      Fungsi Karakter

  • LOWER dan UPPER

o   LOWER  mengubah huruf besar ke huruf kecil

o   UPPER   mengubah huruf kecil ke huruf besar

Contoh :

SELECT LOWER (nama)FROM mahasiswa

SELECT UPPER(nama)FROM mahasiswa

  • LEN

ü  Untuk menghitung jumlah karakter

Contoh :

SELECT nama,LEN(nama)FROM mahasiswa

  • LTRIM dan RTRIM

o   LTRIM  memotong karakter  spasi di kiri string

o   RTRIM  memotong karakter  spasi di kanan string

Contoh :

SELECT LTRIM (‘        Sistem Basis Data’)

SELECT RTRIM (‘Sistem Basis Data            ‘)

Keterangan : Akan menghasilkan “Sistem Basis Data”

  • SUBSTRING

ü  Mengambil beberapa karakter dari sebuah deretan string

Contoh :

SELECT SUBSTRING(‘Sistem Basis Data’,8,5)

Keterangan : Mengambil string dari karakter ke8 sebanyak 5 karakter

Hasilnya adalah “Basis”

  • LEFT dan RIGHT

o   LEFT  mengambil beberapa karakter dari kiri

o   RIGHT  mengambil beberapa karakter dari kanan

Contoh :

SELECT LEFT(‘Sistem Basis Data’,6)

Keterangan : mengambil setring sebanyak 6 karakter dari sebelah kiri.

Hasilnya adalah “system”

VV….PREDIKAT COMPARISON

Perbandingan dua nilai dengan syarat type data yang dibandingkan harus sama

=   ‘‘sama dengan’’

<> ’’tidak sama dengan”

 ”lebih kecil”

>   “lebih besar”

<= “lebih kecil dan sama dengan”

>= “lebih besar dan sama dengan”

 

BETWEEN

Perbandingan untuk mengecak apakah suatu nilai berada dalam range tertentu atau tidak

Syntax :…..BETWEEN……AND…..NOT BETWEEN….AND….

Contoh ;

Menampilkan data nilai pada range 80 dan 100

SELECT * FROM Nilai WHERE NI_Angka BETWEEN 80 AND 100

 

IN

In digunakan untuk melakukan pengecekan apakah suatu nilai tersebut dalam suatu himpunan.

Syntax :IN(..)

IN SELECT….

Contoh ;

SELECT * FROM pelajar a WHERE a.No_Induk IN(SELECT b.No_Induk FROM nilai b);

 

LIKE/NOT LIKE

Untuk membandingkandata dengan pola / struktur tertentu, untuk satu karakter dipakai ( _ ) dan string ( %)

Syntax : …..Like

      …..NOT Like

Contoh ;

SELECT *FROM pelajar WHERE nama LIKE ‘We%’;

IS NULL/IS NOT NULL

Untuk membandingkan suatu nilai dengan null

Syntax :..IS NULL

..IS NOT NULL

Contoh ;

SELECT * FROM pelajar WHERE kelas IS NULL

 

EXIST

Digunakan untuk pengecekan apakah suatu query memiliki suatu hasil atau tidak.

Syntax :…….WHERE EXIST (SELECT…)

Contoh :

SELECT * FROM pelajar a WHERE EXIST(SELECT b.No_Induk  FROM nilai bWHERE a.No_Induk = b.No_Induk);

 

Data Definition Language (DDL)

Tabel dalam data Base adalah komponen utama yang membentuk database itu sendiri.Baris (Row) dan kolom (Column) mengidentifikasikan data (Record).cara untuk mengatur dan memanipulasi data pada database dilakukan dengan bantuan interuksi SQL seperti SELECT,INSERT,UPDATE,DELETE. Intruksi untuk membuat ,mengubah,dan mennghapus table dilakukan melalui DDL yaitu dengan CREATE TABEL, ALTER TABEL, DROP TABEL.

Tipe Data yang digunakan SQL Sever

 

Char(n) Mendefinisikan string sepanjang n karakter.Bila n tidak didefinisikan maka panjang karakter adalah 1.
Varchar(n) Mendefinisikan setring sepanjang variable n.
Binary(n) Untuk menyimpan bit patter seperti heksadecimal.Contoh: 0x0fa9008e
Datetime Mendefinisikan tanggal,menyimpan tahun,bulan,hari jam,menit,detik dan seperseribu detik(milliseconds).nilai tanggal sampai dengan 31 desember 9999
Text Menyimpan text sampai dengan2 GB.Text disebut juga dengan binary large objects(BLOBs)
Image Mendefinisikan binary data untuk menyimpan image seperti GIF,JPG,TIFF,dll
Money Bilangan pecahan dengan 4 angka di belakang koma,Digunakan untuk perhitungan moneter
Smallint Sama dengan int,membutuhkan 50% memory yang di tempati int
Int Mendefinisikan integer, bilangan bulat yang menampung angka sebanyak 4 byte
Float(n) Mendefinisikan angka pecahan (floating point).Nilai n adalah jumlah angka yang dapat di tampung sysname
Real(n) Sama dengan float namun mempunyai memory 50% dari float
Small datetime Sama dengan datetime hanya dengan presisilebih kecil dimana satuan waktu terkecil adalah menit dan nilai tanggal sampai dengan6 juni 2079
Numeric(n,p) Mendefinisikan angka pecahan baik fixed decimal ataupun floating point.Nilai n adalah jumlah Bytestotal dan p adalah presisi angka di belakang koma.Numeric analog dengan DECIMAL(n,p)

 

Unicode character String

Unicode adalah karakter internasional yang menampung 16 bit per karakter.Unicode digunakan oleh bahasa non latin,misalnya Jepang ,Jerman ,Thai ,dll.

 

Untuk melihat semua type data yang ada dalam Ms.SQL Server adalah dengan menggunakan perintah stored procedure sp_datatype_info.

 

Mendefinisikan data baru.

Type data yang digunakan dari type data  yang sudah ada.

 

Syntax secara umum untuk membuat tipe data baru :

USE nama_databaseSP ADDTYPE nama tipe data baru,tipe data SQL

 

Syntax secara umum untuk menghapus tipe data baru

USE nbama-databaseSP DROPTYPE nama tipe data baru

 

 

Perintah-perintah yang berhubungan dengan table :

INTRUKSI                             KETERANGAN

CREATE TABEL                   : Membuat Tabel

SP_COLUMN                         : Memeriksa struktur suatu table

ALTER TABEL                     : Mengubah struktur table

DROP TABEL                                    : Menghapus table

SELECT                                 : Memilih Query table

INSERT                                  : Menyisipkan baris data ke table

UPDATE                                 : Mengubah data pada table

DELETE                                 : Menghapus data pada suatu tabel

 

Membuat Tabel

Syntax :

CREATE TABEL nama-tabel(nama_field1 tipedata batasan, nama_field2 tipedata batasan,…..)

 

Batasan (constraint)= yang mengikat atribut apakah sebagai Primary Key .Fpreign Key, Unique, Not Null,dll.

 

Melihat struktur Tabel

Syntax :

sp_columns nama table;

 

Memodifikasi dan menambah field pada tabel

Memodifikasi sebuah field pada tabel

Syntax :

ALTER TABEL nama_tabel ALTER COLUMN nama_field tipe_data(panjang)constraint

 

Menambah sebuah field pada table

Syntax :

ALTER TABEL nama_tabel ADD nama_field _baru tipe_data(panjang)constraint

 

 

Menghapus tabel

Syntax :

DROP TABEL nama_tabel

 

Integritas data

Integritas data adalah dan kebenaran data yang disimpan.integritas data tetap di jaga melalui beberapa cara antara lain :

ü  Validasi field secara individual

ü  Varifikasi satu field melalui field yang lainnya

ü  Validasi data dari satu table ke table lainnya

ü  Verifikasi bahwa transaksi berjalan secara sukses dari awal sampai akhir

Beberapa jenis integritas data

1)      Integritas Entitas

Dalam table setiap harus mempunyai identitas yang unik yang disebut dengan Primary Key.Hubungan antara primary key dan foregn key menyatakan apakah sebuah baris table dapat diubah atau dihapus.

Batasan :

ü  PRYMARY KEY

ü  UNIQUE KEY

ü  UNIQUE INDEX

ü  IDENTITY

2)      Integritas Domain

Menyatakan bahwa nilai data sesuai dengan kenyataannya.system dalam hal ini melakukan  CHECK sesuai dengan aturan (rule)yang berlaku.

Batasan dan implementasi :

– DEFAULT

– CHECK

– FOREIGN KEY

– Tipe data, default, rules

 

3)      Integritas Refrensial

Menyetakan relasi antara table bahwa hubungan foreign key dengan primary key.sebuah foreign key tidak dapat dimasukan kedalam sebuah table bila primary key tidak atau belum ada.

 

Batasan dan implementasi :

–          CHECK

–          FOREIGN KEY

–          TRIGGERS DAN STORE PROCEDURE

 

4)      Integritas melalui aturan yang didefinisikan sendiri

Sesuai dengan aturan logika dan bisnis yang ada maka pemakai dapat menetapkan batasan dan aturan dari data yang disimpan.

 

Batasan dan implementasi :

-Batasan melalui table dan kolom pada saat pembuatan table

-FOREIGN KEY

-TRIGGERS DAN STORE PROCEDURE

 

v   PRIMARY KEY

Primary Key constraint untuk menjag integritas data

Syntax :

Membuat Primary Key

CREATE TABEL nama_tabel (nama_field tipedata CONSTRAINT pk_namatabel PRIMARY KEY,..)

 

UNIQUE

UNIQUE digunakan untuk menjamin bahwa nilaikolom adalah tunggal tidak mempunyai duplikat. Primary Key dan Unique keduanya adalah kunci kata yang mempunyai arti yang sama.

 

CHECK

CHECK digunakan untuk menjamin bahwa nilai kolom adalah dalam ruang niali tertentu.Misalnya nilai mata kuliah dibatasi tidak boleh melebihi nilai 100.

Operator logika AND,OR.dan NOT dapat disertakan dalam pembuatan batasan ini.

FOREIGN KEY

FOREIGN KEY adalah kolom pada sebuah tabel yang menunjukan bahwa kolomtersebut adalah primary key pada tabel lain.

Tabel Mahasiswa

NRP Nama   Alamat Kota Propinsi Telpon
98111761 AanIsnaini Jl.Raya  Sepanjang 80 Gondanglegi Malang Jatim 0341877769

Tabel Mata_kuliah

 

Kode_mata_kuliah Nama_kuliah SKS
TKK-04 Sistem Database 3

Tabel ambil_kuliah                                                            foreignKey

 

 

Kode_mata_kuliah NRP Nilai_Uts Nilai_Uas Grade
TKK-04 98111761 90 98 A

pada tabel diatas ,recort (TKK-04.98111761)pada tabel ambil_kuliah tidak dapat di hapus karena referensi dari TKK-04(field_kode_mata_kuliah ditabel mata_kuliah ),98111761(field nrp di tabel mahasiswa) masih ada.

 

Penulisan constraint foreignkey adalah :

 

CONSTRAINT fk_nama_constraint  FOREIGN KEY field REFERENCES nama_tabel(field)

 

 

DEFAUL

Nilai Defaul sebuah kolom dapat disuplai oleh system,jika pemakai tidak memberikan nilai pada field tersebut.DEFAUL tidak berlaku untuk kolom dengan tipe data timestamp atau field yang mempunyai property IDENTITY.

 

IDENTITY

System menciptakan nomor urut secara otomatis pada setiap memasukkan record baru.

 

Penggunaan :

NamaKolom Tipe IDENTITY(No_awal_incremen)

 

Setiap terjadi INSERT ,maka kolom akan mendapatkan nomor urut,yang dimulai dari No_awal,dan setiap record berikutnya ditambahkan nilai inkremen(default adalah 1)

 

CREATE TABLE pendaftaran(no_daftar int IDENTITY (100,2),nama char(20))

 

Pada awalnya no_daftar adalah 100,untuk setiap recortbaru berikutnya,no_daftar akan nilai 102,104,106 dan seterusnya.

 

Drop constraint

DROP digunakan untuk menghapus constraint yang ada

Contoh :

ALTER TABELnama_tabel DROP fk_nama_constraint

 

Mengisi data pada tabel

Syntax :

INSERT  INTO   nama_tabel   (nama_field1,    nama_field2,     nama_field3)VALUES (data1,data2,data3);

 

Meng-copy data dari tabel lain

Suatu kolom pada tabel dapat diisi dengan data yang sama dengan kolom tabel yang lain dengan syarat type data dan panjang field kedua table tersebut sama.

Syntax :

INSERT  INTO nama_tabe_ tujuan    (field1,   field2,    field3)  SELECT Field _sumber 1,field_sumber2,field_sumber3)FROM nama_tabel_sumber;

 

Jika 2 buah tabel mempunyai struktur yang sama maka syntax di atas daoat disingkat menjadi :

 

INSERT INTO Tabel_tujuan SELECT*FROMTabel_asal

 

QUEL & QBE

Query language dari DBMS relational INGRES,(dikembangkan University of California)dengan menggunakan system operasi unix.

Bahasa ini di kembangkan secara berdiri sendiri dedengan menuliskan intruksi ke prosesor QUEL(disisispkan dalam bahasa pemrograman C)

Dalam bahasa c,intruksi QUEL dimulai dengan tanda ##,sehingga dapat di terima oleh prosesor.

QUEL di bagi atas :

1.      DDL

o   CREATE :membuat table

Contoh :

CREATEMHS (NPM=TEXT (20),ALAMAT=TEXT(30),TGL_LAHIR =DATE)

o   INDEX :membuat indeks

Contoh :

Membuat indeks dari table MHS berdasarkan NPM dengan nama MHS_INDEX

INDEX ON MHS IS MHS _INDEX (NPM);

o   DEFINE VIEW :membuat view

Contoh :

DEFINE VIEW MHS_VIEW(NPM=MHS.NPM,NAMA_MHS = MHS.NAMA)

o   DESTROY : menghapus table,indeks,view

Contoh :

DESTROY MHS_VIEW

o   MODIFY : merubah struktur table / indeks

Contoh :

MODIFY MHS TO UNIQUER ON NPM

2.      DML

o      RETRIEVE : menampilkan data

Contoh :

§  Menampilkan nama matakuliah yang bersks 2

RETRIEVE(MTKULIAH.NAMA_MK)WHERE MTKULIAH.SKS=2

§  Menampilkan data semua mahasiswa

RETRIEVE(MHS.ALL)

§  Menampilkan nama mahasiswa dank ode mata kuliah untuk mempunyai nilai uas lebih dari 80

RETRIEVE (MHS.NAMA, NILAI.KD_MK)WHERE MHS.NPM = NILAI.NPM AND NILAI.NIL_UAS>80

o      REPLACE :mengubah data

Contoh :

Ubah nilai uas menjadi 50 dengan mahasiswa dengan npm”30100143”dan kode matakuliah”KK018”

REPLACE NILAI (NIL_UAS =50)WHERE NPM =’30100143’and KD_MK =’KK018’

o      DELETE :menghapus record

Contoh :

Hapus data mahasiswa yang bernama’LINA’

DELETE MHS WHERE NAMA =’LINA’

 

o      APPEND :masukan record baru

Contoh :

APPEND TO MTKULIAH(KD_MK =’KK022’,NAMA_MK =’SIM’,SKS =3)

Sumber:
1. DosenIT
2. Sarcoom
3. SQL-Join

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.